Minggu, 22 Maret 2015

berita wawancara



Teks Wawancara
Nara sumber: Riska Febriana
Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia
Tempat PL: SMA N 01 Padang

Strategi Pembelajaran  yang digunakan  dalam Kelas

Pewawancara:  Apa strategi yang kakak gunakan pada saat pembelajaran di dalam kelas?
Nara sumber:  Sebenarnya strategi pembelajaran  itu banyak tapi saya hanya menggunakan  strategi ceramah. Strategi itu sendiri  adalah  cara  yang dilakukan  dalam proses  pembelajaran. Strategi  juga akan mempengaruhi  ketercapaian  tujuan  pembelajaran. Selain  strategi ceramah  juga bisa dipakai  pembelajaran  dengan  pendekatan santifik, dimana  siswa dituntut  aktif dalam  memahami pembelajaran  selain itu  siswa termotivasi  untuk belajar menemukan  sendiri atau inquiri.
Pewawancara: Kenapa kakak menggunakan  strategi ceramah dan strategi saintifik?
Nara sumber:  Karena kebanyakan guru memang suka menggunakan metode ceramah, maka dari itu  saya juga menggunakan metode ceramah ini. Selain itu menurut saya metode ceramah ini dapat membuat siswa kita akan lebih paham dan mengerti lebih cepat.
Pewawancara: Pada saat kakak menggunakan  strategi  ceramah, dimana kelebihan  strategi  ceramah  itu menurut  kakak?
Nara sumber: Menurut saya kelebihannya adalah  pada saat kita menerangkan  siswa akan lebih cepat memahaminya, apa lagi  di ikuti dengan kita menggunakan  media dan contoh maka siswa akan lebih cepat paham.
Pewawancara: Sejak kapan kakak menggunakan strategi ceramah  ini dalam mengaplikasian di dalam kelas.
Nara sumber: Saya menggunakannya pada saat  baru pertama kali PL, dan awal ketika mengajar siswa di ke
las XI IPA 1 SMA N 16 Padang.
Pewawancara: Di dalam kelas sendiri pastilah banyak karakteri siswa yang berbeda, nah bagaimana kakak menggunakan  strategi  itu dengan karakter siswa yang berbeda?
Nara sumber: Menurut saya gampang, pertama kita seorang guru  itu harus mengetahui karakter siswanya sendiri, kemudian kita dekati mereka yang memiliki karakter yang berbeda dari teman yang lainya serta jadikan diri kita sebagai sahabat dan orang tua  bagi anak tersebut.
Pewawancara: Dalam kita memberikan materi  pasti ada saja gangguan  yang dihadapi oleh seorang guru. Pada saat kakak memberikan materi yang lebih  dominan  siapa yang mengganggu pada saat proses pembelajaran.
Nara sumber: Gangguan yang saya hadapi datangnya dari siswa laki-laki karena mereka  jail  sekali  dan suka mengusik siswa yang perempuan. Namun gangguan tersebut dapat  saya tanggapi  dengan  menegurnya dalam artian bukan untuk menjatuhkan dirinya di hadapan temanya. Kemudian saya memberikan nasehat  yang bisa memotivasi  mereka.






                       

Karangan Narasi
Matode Ceramah Tak Selalu Membosankan
Strategi  pembelajaran  sangat penting  untuk tujuan pembelajaran  sendiri. Seperti yang kita ketahui strategi  pembelajaran  sangatlah banyak namun kebanyakan pendidik menggunakan strategi ceramah dalam proses pembelajaran. Pada saat kami melakukan observasi ke lapangan tepatnya di SMA N 16 Padang kami bertemu dengan salah seorang mahasiswi STKIP PGRI Sumatera Barat yang sedang melakukan praktek lapangan (PL) yang bernama Riska Febriana dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Begitu banyak strategi pembelajaran namun Riska Febriana lebih memilih strategi ceramah atau metode ceramah. Menurut Riska ceramah ini lebih mengasikan bagi mahasiswa karena dalam metode ceramah ini ia menggunakan beberapa media, contoh bahkan model atau pemodelan yang di ambil dari siswa sendiri sehingga metode ceramah yang monoton lebih berwarna dan tidak menjenuhkan bagi siswa.
Riska Febriana menggunakan metode ceramah ini pada saat ia pertama PL di kelas XI IPA 1 SMA N 16 Padang. Pada saat proses pembelajaran ia menemui krakter siswa yang berbeda- beda, namun Riska tidak ambil pusing karena sedikit mendekati siswa tersebut dan menjadikan kita sebagai orang tua sekaligus menjadi sehabatnya, maka siswa tersebut akan mematuhi apa yang kita perintahkan. Mengenai gangguan pada saat kita mengajarkan materi pastilah ada, terutama pada siswa yang laki-laki selalu membuat ulah dalam kelas.    

Senin, 16 Maret 2015

feature




Randang Lokan Pasisia
Pesisir Selatan, Rycai- Randang lokan pengugah selera wisatawan.
Pesisir Selatan terkenal dengan garis pantainya yang indah. Objek wisata yang berjejer ditepi  jalan menampakkan pesonanya bagi mata pengunjung, tidak hanya itu  bermacam kuliner juga ikut memeriahkan tempat parawisata tersebut dan rendang lokan salah satunya.
Rendang itu sendiri merupakan  kuliner khas di Ranah Minang, kuliner yang satu ini juga sudah terkenal sejak zaman nenek moyang dahulu. Rendang juga menjadi primadona bagi wisatawan asing maupun wisatawan lokal. Rasa yang khas diperoleh dari  rempah-rempah asli yang belum kena sentuhan tangan manusia yang akan menggugah selera penikmatnya.
Kebanyakan masyarakat yang berada di luar Pesisir Selatan mengenal bahan baku rendang itu dari daging sapi. Seiring berjalannya waktu munculah kreatifitas masyarakat setempat, dengan mencoba-coba menjadikan lokan sebagai bahan baku dalam pembuatan rendang. Lokan itu sejenis karang-karangan yang hidup di air tawar maupun air asin yang cangkangnya sangat keras sehingga isi lokan itu  terlindugi oleh cangkangnya.
Cara dalam pembuatan rendang lokan sama dengan cara pembutan rendang daging, hanya saja bahan utamanya berbeda. Bahan-bahan yang digunakan sama, seperti lengkuas, jahe, daun salam, daun kunyit dan lain-lain.  “Langkah utama menyediakan bumbu-bumbu yang sudah dihancurkan, kemudian lokan tersebut direbus dan dipisahkan dari cangkangnya. Setelah itu panaskan santan beserta bumbu-bumbu yang sudah di ancurkan lalu dimasukkan isi lokan yang sudah di bersihkan”. Ujar Buk Titin saat di wawancarai di rumahnya. 

Batu Akik Melejit ke Langit


Batu Akik Melejit ke Langit



Padang, Rychai News – Batu Mulia menjadi fenomena dikalangan masyarakat.
Baru mulia atau batu akik yang dikenal sekarang adalah  batu alam yang dijadikan perhiasan bagi kaum laki-laki maupun perempuan bahkan anak-anak juga ikut berpatisipasi dalam fenomena batu akik ini. Tidak hanya itu fenomena batu alam ini tidak mengenal kasta, dari yang miskin sampai yang kaya juga ikut mengenakanya.
Sebagian masyarakat menjadikan batu akik sebagai profesi baru untuk mencari nafkah dengan mengasah batu akik tersebut.  Semua wilayah yang ada di Indonesia berpacu untuk memburu batu fenomena tersebut. Negara luar telah mencium fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini yaitu batu akik.
Bongkahan batu yang tadinya tidak berbentuk sekarang disulap menjadi sebuah perhiasan  yang begitu indah oleh tangan-tangan profesional yang biasa disebut dengan sebutan “pengasah batu”. Hiasan batu akik  dijual dengan nominal yang fantasis mulai dari puluhan ribu sampai ratusan juta, tergantung tingkat  kesulitan untuk mendapatkannya.
Menjadi pengasah batu  bukanlah pilihan pak  Donal (40 tahun), mulanya  beliau hanya mencoba-coba, namun ternyata hasil karyanya disukai masyarakat setempat sehingga penghasilan beliau sekarang melebihi mata pencarian sebelumnya sebagai tukang ojek.
“Saya sangat bersyukur dengan pekerjaan sekarang,  penghasilan yang semula hanya 50 ribu/ perhari menjadi 4 kali lipat dari pendapatan sebelumnya dan Alhamdulillah saya sudah punya karyawan sendiri yang membatu dalam mengerjakan pesanan batu akik yang lumayan banyak,” ujar pak Donal saat di wawancarai di kediamannya Ujung Gading Pasaaman Barat.